Featured Posts

Most selected posts are waiting for you. Check this out

LaskarQQ
KPU DKI Memberikan 7.000 Suara Tambahan Untuk Anies-Sandi

KPU DKI Memberikan 7.000 Suara Tambahan Untuk Anies-Sandi



Komisioner KPU DKI Jakarta Dahliah Umar mengatakan, sempat ada kesalahan input data "real count" Pilkada DKI Jakarta pada laman Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU.

Kesalahan input data tersebut terjadi di TPS 10 Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Kemarin ada salah input data. Jadi yang harusnya 266 suara, ditulis 7.266 suara satu TPS. Jadi itu tidak mungkin di satu TPS ada 7.266, yang benar adalah 266 suara," ujar Dahliah di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat.

Kesalahan input data tersebut yakni pada pasangan cagub-cawagub Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Perolehan suara Anies-Sandi yang benar yakni 266, bukan 7.266. Kesalahan tersebut kini telah diperbaiki di laman Situng.

Selain itu, ada beberapa kesalahan input data lainnya, seperti penambahan dan pengurangan, yang juga diperbaiki.

"Angka-angka itu bisa salah input atau salah tulis itu sangat sangat mungkin antara 13.023 TPS ya. Kami berharap (sekarang) semua 100 persen sudah tepat, tidak ada yang salah menulis angka atau penulisannya maksudnya angkanya A kemudian di-input B," kata dia.

Dahliah menuturkan, hasil real count melalui laman Situng bukan hasil resmi dari KPU DKI Jakarta. Hasil tersebut hanya sebagai gambaran informasi bagi masyarakat. Dalam real count melalui laman Situng dimungkinkan adanya kesalahan input data tersebut.

"Kalau di sistem IT itu apa yang tertulis dalam berita acara, itu yang di-input," ucap Dahliah.

Apabila ada kesalahan, perbaikan tersebut dilakukan dalam rekapitulasi berjenjang dari tingkat kecamatan hingga provinsi. Perbaikan dilakukan melalui rapat pleno yang dihadiri pengawas pemilu dan saksi ketiga pasangan calon.

Hasil rekapitulasi manual itulah yang menjadi hasil resmi Pilkada DKI Jakarta.

"Kalau ada kekeliruan di tingkat PPS, maka akan dikoreksi di tingkat kecamatan. Maka kalau ada koreksi di tingkat kecamatan, hampir bisa dipastikan tentu ada perbedaan angka antara yang di sistem IT dan yang manual," tutur Dahliah. (Baca: KPU DKI: Ada Upaya untuk Meretas Server KPU)

Berdasarkan data di laman Situng KPU pada Senin ini, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni meraih perolehan suara 17,07 persen atau dipilih oleh 936.531 pemilih.

Kemudian, pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memperoleh 42,96 persen suara atau dipilih 2.357.695 pemilih.

Sementara itu, pasangan calon nomor pemilihan tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno meraih 39,97 persen atau 2.193.490 suara. Mulanya, pada saat data masuk 100 persen pertama kali, Agus-Sylvi meraih perolehan suara 17,05 persen, Ahok-Djarot 42,91 persen, dan Anies-Sandi 40,05 persen.


Dimas Kanjeng akan di Vonis Mati

Dimas Kanjeng akan di Vonis Mati



Kabarmalam.com - Dimas Kanjeng Taat Pribadi terancam hukuman mati. Dimas Kanjeng didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Abdul Gani.

"Dimas Kanjeng terancam Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana karena turut serta atau menjadi otak pembunuhan. Dia terancam hukuman seumur hidup atau hukuman mati," kata jaksa penuntut umum dari Kejati Jawa Timur, H Usman di Pengadilan Negeri Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (16/2/2017).

Jaksa dalam surat dakwaan menyebut pembunuhan dengan korban Abdul Gani terjadi pada 12 April 2016. Mereka yang terlibat pembunuhan adalah Wahyu Wijaya, Ahmad Suryono, Kurniadi, Tukijan, Boiran dan Muriyat.

"Gani dipukul, dijerat leher dan kepala dibekap plastik. Kemudian ditelanjangi, diikat, dimasukkan ke kotak plastik dan dibuang ke Waduk Gajah Mungkur," ujar jaksa.

Setelah membunuh Abdul Gani, para pelaku menurut jaksa mendapatkan hadiah masing-masing dengan kisaran Rp 30-50 juta dengan total Rp 320 juta. Lokasi pembagian uang ini disebut berada di padepokan.

Dalam perkara ini, Dimas Kanjeng didakwa dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP pada dakwaan primair. Sedangkan dakwaan subsidair, Dikenakan pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Selain kasus pembunuhan, Dimas Kanjeng juga didakwa dalam perkara penipuan dengan korban Prayitno yang mengalami kerugian Rp 800 juta. Dimas Kanjeng dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP.

Pihak kuasa hukum Dimas Kanjeng belum mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa. Pihak Dimas masih mempelajari surat dakwaan.

"Kami masih mempelajari dakwaan dari JPU, sementara kami masih belum ada pengajuan pemberatan. Kita lihat saja nanti seperti apa," kata pengacara Dimas Kanjeng, Rudi Prabowo.
Pendukung Agus-Sylvi Akan Berikan Dukungan Kepada Ahok

Pendukung Agus-Sylvi Akan Berikan Dukungan Kepada Ahok



Kabarmalam.com - Setelah pasangan calon nomor urut satu, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, menyatakan kekalahan mereka, banyak kalangan awam memprediksi suara pasangan tersebut akan otomatis mengalir ke pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Apabila digabung, suara kedua pasangan calon tersebut dalam berbagai hasil hitung cepat pada putaran pertama mencapai sekitar 56%. Prediksi penggabungan suara ini terutama didasari sentimen agama selama beberapa bulan terakhir. Dalam berbagai aksi organisasi massa keagamaan, seruan memilih pemimpin Muslim terus disuarakan.

Pilkada 2017: Agus menerima kekalahan 'dengan lapang dada' Apa arti kehadiran Agus-Sylvi dan Anies-Sandi di acara Istiqlal 112?
Ketika Anda mencoblos, apakah faktor agama terlintas di benak? Akan tetapi, Direktur Eksekutif lembaga survei Indikator, Burhanudin Muhtadi, mengatakan kenyataannya tidak akan sesederhana itu.

"Sepertinya, seolah-olah, Anies akan mendapat limpahan suara dari sekitar 17% pemilih Agus-Sylvi. Tapi ingat, dua bulan ke depan itu masih lama. Tiap hari bagi calon dan kubu adalah hari yang menentukan dan perubahan itu pasti terjadi," kata Burhanudin.

Anies-Sandi, lanjutnya, tidak bisa terlena dan menganggap suara Agus-Sylvi akan dengan sendirinya menyeberang ke Anies-Sandi. Apalagi, menurut Burhanudin, pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat masih punya peluang untuk unggul.

"Kalau kemudian dua bulan ke depan Ahok mampu mengatasi imbas elektoral akibat ucapannya soal Surat Al Maidah 51, bukan tidak mungkin Ahok muncul sebagai pemenang. Saya tidak mau buru-buru menahbiskan seolah-olah putaran kedua seiring dengan perolehan suara Ahok yang cuma 43%. Anything can happen (semuanya masih bisa terjadi)," ujarnya.

Hasil hitung cepat

Dalam berbagai hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, perolehan suara pasangan Agus-Sylvi berkisar antara 16% hingga 19%. Dalam hitung cepat lembaga Indikator, misalnya, pasangan Agus-Sylvi meraih 17,28%. Adapun hitung cepat Litbang Kompas menempatkan pasangan tersebut pada posisi ketiga dengan perolehan 17,37%.

Berdasarkan rangkaian hasil tersebut, pasangan Agus-Sylvi menggelar jumpa pers di Wisma Proklamasi, basis tim pemenangan mereka, sekitar delapan jam setelah seluruh tempat pemungutan suara ditutup.

"Secara ksatria dan lapang dada, saya menerima kekalahan saya dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta. Saya dan Ibu Sylvi mengucapkan selamat kepada pasangan nomor dua bapak Basuki dan bapak Djarot kemudian pasangan nomor tiga bapak Anies dan bapak Sandi," ujarnya.

Strategi putaran kedua

Setelah pasangan Agus-Sylvi menyatakan kekalahan mereka, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan belum merinci strategi apa yang hendak ditempuh untuk memenangkan pasangan Ahok-Djarot pada putaran kedua.

Hanya saja, saat berpidato di Rumah Lembang, yang merupakan basis tim pemenangannya, Ahok merujuk hasil jajak pendapat sebuah lembaga survei yang menyebutkan elektabilitasnya hanya 10%. Namun, hitung cepat lembagai survei itu kini menempatkan Ahok-Djarot unggul dari dua pasangan calon lainnya. Artinya, menurut Ahok, "perjuangan belum selesai".

Di lain pihak, Muhammad Taufik selaku Wakil Ketua Tim Pemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno memberi gambaran umum strategi kubunya. "Komunikasi politik dengan seluruh unsur tokoh masyarakat, dengan pimpinan partai yang lain, terus akan kami lakukan," kata Taufik, yang juga wakil ketua DPRD DKI Jakarta.

Sampai saat ini, KPU DKI jakarta masih menghitung dan merekapitulasi suara. Jika KPUD menetapkan pemilihan gubernur DKI Jakarta berlangsung dua putaran, pemungutan suara putaran kedua akan berlangsung pada 19 April 2017 mendatang.

Perjalanan Kasus Antasari Azhar dan Aulia Pohan 8 tahun terakhir

Perjalanan Kasus Antasari Azhar dan Aulia Pohan 8 tahun terakhir



Kabarmalam.com - Dalam konferensi pers rabu(15/2), di Bareskrim Polri, Jakarta, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar mengungkit kasus pembunuhan yang menjeratnya. Dia mengklaim ada kaitan antara kasusnya dengan kasus korupsi Aulia Pohan, besan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bagaimana sebenarnya perjalanan kasus keduanya?

Kasus Aulia Pohan ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada masa kepemimpinan Antasari Azhar pada tahun 2008. Aulia Pohan masuk dalam rombongan terpidana dari Bank Indonesia.
Kasus Aulia Pohan cs berhubungan dengan penarikan dana Rp 100 miliar dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI).

Awalnya, Gubernur BI Burhanudin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka dan divonis lebih dulu. Kemudian Aulia Pohan ikut terseret kasus ini bersama mantan Deputi Gubernur BI lainnya yaitu Aslim Tadjuddin, Bunbunan EJ Hutapea, dan Maman H Soemantri.

Berikut perjalanan kasus Aulia Pohan:

29 Oktober 2008
Ketua KPK Antasari Azhar mengumumkan Aulia Pohan sebagai tersangka kasus aliran dana YPPI. Tidak lama sebelum penetapan tersangka, pimpinan eks Gubernur Bank Indonesia Burhanudin Abdullah divonis 5 tahun penjara.

27 November 2008
Aulia ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan keempat.

17 Juni 2009
Aulia Pohan divonis Pengadilan Tipikor selama 4,5 tahun penjara.

18 Agustus 2010
Aulia Pohan bebas setelah mendapatkan setelah mendapat remisi tiga bulan yang dalam hitungannya dia selesai menjalani dua pertiga masa hukuman.

Kasus Antasari
Antasari diangkat menjadi ketua KPK periode 2007 hingga 2011. Namun, amanah itu tidak berlangsung lama. Kepemimpinan Antasari berhenti di tengah jalan karena kasus pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen. Kasus pembunuhan berencana tersebut masih menjadi kontroversi hingga kini.

14 Maret 2009
Publik dikagetkan dengan pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Presiden Direktur Putra Rajawali Banjaran. Nama Antasari mulai dikaitkan dalam kasus tersebut. Isu tentang perselingkuhan Antasari dengan caddy golf bernama Rani menjadi bumbu kasus pembunuhan berencana ini. Kasus ini benar-benar mengganggu kesibukan menjalankan amanah komisi antirasuah.

4 Mei 2009
Butuh kurang dari dua bulan, Antasari ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Metro Jaya. Di hari yang sama, Antasari langsung ditahan di penjara Polda Metro Jaya.

7 Mei 2009 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani pemberhentian sementara Antasari sebagai ketua KPK.

8 Oktober 2009 Sidang pertama kasus Antasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

11 Oktober 2009 Antasari diberhentikan sebagai ketua KPK secara tetap oleh Presiden SBY.

11 Februari 2010 Antasari divonis 18 tahun penjara. Jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa Cirus Sinaga yaitu hukuman mati. Hakim memutuskan bahwa Antasari terbukti melakukan pembunuhan berencana. 

17 Juni 2010 Upaya meringankan hukuman ditempuh Antasari lewat jalur banding. Walaupun akhirnya kasasi Antasari ditolak Mahkamah Agung.

6 Maret 2013 Antasari mengajukan perkara ke Mahkamah Konstitusi tentang Pasal 268 ayat 3 KUHAP yang memungkinkan pengajuan peninjauan kembali lebih dari satu.

10 November 2016 Setelah menjalani dua pertiga masa pidana, Antasari bebas bersyarat.  
Aulia Pohan Kembali Menarik Perhatian Publik

Aulia Pohan Kembali Menarik Perhatian Publik



Kabarmalam.com - Jakarta Nama Aulia Tantowi Pohan kembali mencuri perhatian setelah ikut disebut mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Selasa siang tadi. Sulit memang memisahkan antara Antasari Azhar, Aulia Pohan, dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hubungan antara ketiga nama itu berawal ketika mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Pohan, yang merupakan besan SBY, resmi menjadi tersangka dugaan korupsi aliran dana BI sebesar Rp 100 miliar kepada para mantan pejabat BI dan anggota DPR.

"Penetapan ini dari hasil penyidikan yang lalu, fakta persidangan dan menyikapi putusan Burhanuddin Abdullah," kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar di Jakarta, Rabu 29 Oktober 2008.

Pada kesempatan itu, KPK juga mengumumkan tiga nama mantan Deputi Gubernur BI lainnya, yaitu Bun Bunan Hutapea, Aslim Tadjuddin, dan Maman Soemantri sebagai tersangka kasus yang sama.

Setelah menjalani rangkaian persidangan, Aulia Pohan divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor pada 17 Juni 2009 dengan hukuman 4,5 tahun. Aulia dinilai bersalah dalam kasus penyelewengan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp 100 miliar pada 2003.

Ia juga dijatuhi hukuman denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Menurut Majelis Hakim Tipikor, Aulia Pohan dan rekan-rekannya terbukti bersalah telah memperkaya orang lain.

Selang tiga bulan kemudian, hukuman Aulia dikurangi Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menjadi 4 tahun.

Di tingkat terakhir atau Mahkamah Agung (MA), hukuman Aulia Pohan juga dikurangi dari 4 tahun menjadi 3 tahun penjara. Aulia juga dikenai denda Rp 200 juta.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Nurhadi membacakan putusan majelis hakim pada 18 Maret 2010.

Akhirnya, tepat tanggal 18 Agustus 2010, Aulia mendapat pembebasan bersyarat. Ia pun tidak lagi harus meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan Salemba.

Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar ketika itu mengungkapkan, Aulia Pohan sudah dalam status bebas bersyarat. "Sudah, sudah bebas bersyarat. Sekarang sudah tidak di LP (Lembaga Pemasyarakatan) lagi, tapi sudah di rumah," kata Patrialis di Jakarta, Jumat 20 Agustus 2010.

Tidak hanya besan SBY yang mendapat status bebas bersyarat. Tiga mantan deputi BI lainnya yaitu Maman H Somantri, Bun Bunan Hutapea, dan Aslim Tadjuddin, juga kini berstatus sama.

"Setelah menjalani dua pertiga masa hukuman dan dikurangi remisi, mereka masuk kualifikasi untuk menjadi bebas bersyarat," jelas Patrialis.

"Dia (Aulia Pohan) boleh pulang ke rumah, tapi tidak boleh ke mana-mana sampai masa tahanannya berakhir," imbuh Patrialis.

Kini, lama sudah sejak dia dibebaskan, nama Aulia Pohan kembali jadi perbincangan. Termasuk munculnya nama baru seperti pengusaha Hary Tanoesoedibjo dan mantan Presiden SBY tentunya.
Hasil Quick Count Pilkada DKI 2017

Hasil Quick Count Pilkada DKI 2017




"(Quick count) dapat ditayangkan sejak jam 1 setelah pemungutan suara berakhir," ujar Betty.

Awalnya, menurut Betty, hasil penghitungan cepat baru dapat ditayangkan kepada publik dua jam setelah pemungutan suara atau pada pukul 15.00 WIB. Namun, putusan tersebut berubah setelah ada kesepakatan terbaru dari KPU pusat, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).



"Tadinya berdasarkan surat gugus yang dikeluarkan oleh KPU, KPI, dan Bawaslu harusnya dua jam setelah pemungutan suara. Barusan saja, mereka berkumpul lagi dan mengeluarkan rilis bahwa mereka bersepakat bisa mulai jam 1," lanjut Betty.

Namun Betty menegaskan hasil penghitungan cepat yang dirilis sejumlah lembaga bukan merupakan hasil resmi KPU DKI Jakarta. Untuk hasil resmi atau real count Pilkada, masyarakat dapat mengakses di pilkada2017.kpu.go.id.

"Harus ada disclaim bahwa itu bukan hasil resmi penghitungan suara KPU DKI Jakarta," tegas Betty.
Hasil Sementara Pilkada DKI 2017

Hasil Sementara Pilkada DKI 2017



KabarMalam.com - Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta telah melaksanakan penghitungan suara pilkada DKI Jakarta Putaran Pertama tingkat kota dan kabupaten. 

Berdasarkan penghitungan suara yang digelar Rabu 15 Februari 2017, pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, dipastikan mendapat suara terbanyak. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meraih keunggulan di kepulauan seribu yang dulu sempat menjadi masalah Penistaan agama pada tahun lalu. 


Jakarta Pusat

Di Jakarta Pusat, pasangan Ahok-Djarot unggul tipis dari lawannya Agus-Silvi dan Anies-Sandiaga, dengan perolehan suara 189.341. Sedangkan Agus-Silvi mengalahkan Pasangan nomor urut 3 dengan perolehan suara 178.683 dan Anies-Sandiaga memperoleh suara 137.932. Pasangan nomor urut 1 Agus-Silvi, unggul di Kecamatan Menteng, Tanah Abang, Senen. Untuk pasangan nomor urut 3 Anies- Uno, unggul di Kecamatan Cempaka Putih dan Johar baru, sedangkan pasangan nomor urut 2 Ahok-Djarot Sawah Besar, Gambir dan Kemayoran.



Jakarta Utara

Di Jakarta Utara, pasangan Ahok-Djarot di hampir semua kecamatan. Dari enam kecamatan, pasangan Nomor urut 2 ini unggul di lima kecamatan dan Agus-Silvi hanya menang di Koja sedangkan pasangan nomor urut 3 tidak unggul di Jakarta Utara.

Hasil rekapitulasi dari 6 kecamatan pasangan Ahok-Djarot memperoleh suara sebanyak 498.434, Sedangkan pasangan Agus-Silvi yang unggul di Koja hanya memperoleh suara 119.358 dan pasangan Nomor urut 3 mendapatkan 115.410 suara.


Jakarta Selatan

Sebanyak 385.861 warga Jakarta Selatan memilih pasangan nomor urut 3, disusul Ahok-Djarot dengan perolehan suara 376.273 kalah tipis dengan pasangan nomor urut 3. Sedangkan pasangan nomor urut 1 hanya memperoleh total suara 238.682.



Dua kandidat Anies-sandiaga ini nyaris imbang dengan pasangan nomor urut 2 Ahok-Djarot . Dari 10 kecamatan, pasangan nomor urut 3 berhasil menang 5 kecamatan dan pasangan nomor urut 2 dengan 5 kecamatan dan pasangan Agus-Silvi hanya 1 kecamatan.




Jakarta Timur

Rapat pleno menyatakan pasang Ahok-Djarot meraih 705.213 suara. Sementara pasangan Agus-Silvi meraup 348.357 suara dan untuk Pasangan nomor urut 3 mendapatkan 253.016 suara.



Dari 10 kecamatan di Jakarta Timur, pasangan Ahok-Djarot menguasai 7 kecamatan yakni kecamatan Pulogadung, Jatinegara, Pasar Rebo, Cakung, Duren Sawit, Kampung Makasar, dan Ciracas. Sedangkan pasangan Agus-Silvi hanya unggul tipis di 2 kecamatan yaitu kecamatan Cipayung, Matramam dan untuk pasangan nomor urut 3 Anies-Sandiaga hanya 1 kecamatan yaitu Kramat Jati.


Jakarta Barat

Pasangan Ahok-Djarot meraup suara terbanyak di wilayah Jakarta Barat. Ahok unggul di 6 kecamatan. Sementara pasangan Agus-Silvi dan Anies-Sandiaga hanya unggul di 1 kecamatan.

Hasil rekap dari delapan kecamatan di Jakbar pasangan Ahok-Djarot mendapatkan suara tertinggi dengan jumlah 783.891.Sedangkan pasangan nomor urut 1 mendapatkan 136.601 dan pasangan nomor urut 3 Anies-Sandiaga berhasil mendapatkan 131.038 suara.



Delapan Kecamatan yang ada di Jakarta Barat, yakni Kecamatan Kalideres, Kecamatan Cengkareng, Kecamatan Grogol Petamburan, Kecamatan Tambora, Kecamatan Kebon Jeruk, Kecamatan Palmerah, Kecamatan Kembangan, dan Kecamatan Taman Sari.

Pasangan Ahok-Djarot unggul di enam kecamatan yakni Cengkareng, Grogol, Kalideres, Tambora, Taman Sari, dan Kembangan. Sementara pasangan Agus-Silvi dan Anies-Uno hanya unggul tipis di dua kecamatan, Kebon Jeruk dan Palmerah.


Kepulaua Seribu

Penghitungan suara di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Ahok-Djarot juga berhasil mendapatkan suara rakyat walaupun sempat ada isu " Penisdaan Agama " terhadap pasangan nomor urut 2 ini.



Pasangan nomor urut dua Ahok-Djarot  memperoleh 6.508 suara. Sementara pasangan nomor urut 1, Agus-Silvi  memperoleh sebanyak 4.963 suara dan Anies-Sandiaga 3.901. Kepulauan Seribu terdiri atas dua kecamatan, yakni Kepulauan Seribu Utara dan Selatan, yang memiliki 15.372 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).






Gubernur Ahok Menangis Untuk Pertama Kali nya

Gubernur Ahok Menangis Untuk Pertama Kali nya



Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapat dukungan dari keluarga saat menjalani sidang perdana dugaan penistaan agama. Sang kakak angkat, Nana Riwayatie meminta Ahok tetap sabar dan tenang.


"Kak Nana bilang 'Sabar dan tetap tenang. Semua sudah diatur Tuhan'," kata pengacara Ahok, Ronny Talapessy menirukan ucapan Nana usai sidang di gedung lama PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016). 



Nana menemui Ahok di salah satu ruangan di PN Jakpus usai sidang selesai. Dari belakang, Nana memeluk Ahok yang berwajah sedih.



"Ingat pesan orang tua kita untuk tetap jujur dan amanah dalam memimpin," ucap Ronny mengulang perkataan Nana. 

Ahok memang sempat membahas soal keluarga angkatnya ketika membacakan nota keberatan di sidang. Dia lahir dari pasangan keluarga nonmuslim di Belitung Timur Indra Tjahaja Purnama (almarhum) dan Buniarti Ningsing. Dia kemudian diambil menjadi anak angkat keluarga muslim asal Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan, Haji Baso Amir.


"Haji Baso Amir, kata Ahok, adalah adik kandung mantan Panglima Angkatan Bersenjata Indonesia Jenderal (Purn) M Jusuf. "Ayah kandung dan ayah angkat saya bersumpah untuk bersaudara sampai akhir hayat," kata Ahok.



Suara Ahok tertahan ketika menceritakan kisahnya merawat sang ibu angkat saat sakit hingga ke pemakaman. "Saya seperti anak tak tahu berterima kasih apabila saya tidak menghargai agama dan kitab suci orang tua angkat saya, dan beliau adalah pemeluk Islam yang sangat taat," kata Ahok, kali ini suaranya bergetar. 

Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat menangis saat membacakan nota keberatan di sidang perdana kasus penistaan agama. Usai sidang, raut sedih masih terlihat di wajah Ahok ketika dipeluk kakak angkatnya. 


Ahok tampak terduduk di salah satu ruangan di gedung lama PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Wajahnya tampak sedih. 



Di belakang Ahok, ada sang kakak angkat yang bernama Nana Riwayatie. Perempuan berjilbab itu memeluk Ahok dari belakang. 



Pelukannya erat dan Ahok pun memegang tangan sang kakak angkat. Di ruangan tersebut, ada juga polisi yang mendampingi. 

Saat membacakan nota keberatan, suara Ahok memang sempat bergetar dan menangis. Terutama ketika menceritakan riwayat hidupnya. Dia lahir dari pasangan keluarga nonmuslim di Belitung Timur Indra Tjahaja Purnama (almarhum) dan Buniarti Ningsing. Dia kemudian diambil menjadi anak angkat keluarga muslim asal Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan, Haji Baso Amir.

"Haji Baso Amir, kata Ahok, adalah adik kandung mantan Panglima Angkatan Bersenjata Indonesia Jenderal (Purn) M Jusuf. "Ayah kandung dan ayah angkat saya bersumpah untuk bersaudara sampai akhir hayat," kata Ahok saat membacakan pidato keberatan di bekas gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016).

Suara Ahok tertahan ketika menceritakan kisahnya merawat sang ibu angkat saat sakit hingga ke pemakaman. "Saya seperti anak tak tahu berterima kasih apabila saya tidak menghargai agama dan kitab suci orang tua angkat saya, dan beliau adalah pemeluk Islam yang sangat taat," kata Ahok, kali ini suaranya bergetar. 


Rush Money Akan Menciptakan Kiamat Diseluruh Dunia

Rush Money Akan Menciptakan Kiamat Diseluruh Dunia

Apa itu Rush Money – Pengertian Rush Money secara singkat adalah suatu gerakan menarik uang secara bersama-sama dari tabungan masing masing, dan dalam jumlah besar dalam waktu yang hampir bersamaan, bahkan tak jarang uang yang berada di tabungan atau BANK di habiskan tak tersisa lagi.

Saya pribadi mengingatkan teman-teman ku sekalian untuk bijak dalam menggunakan media sosial atau media online lainya, jangan sampai kita menyebar atau membagikan sesuatu yang kita tidak mengerti di dalamnya, untuk itulah saya mebuat artikel ini sebagai tambahan pengetahuan saja.
Supaya tidak tergesa-gesa ikut menyebar tentang aksi rush money ada baiknya anda membaca artikel singkat dibawah ini terlebih dahulu.
Semoga bermanfaat.
Belakangan ini sering kita dengar kata rush money yang sebelumnya belum pernah kita dengar, istilah ini semakin sering muncul setelah aksi damai 4 november bela Al Quran yang dilakukan berbagai ormas islam dalam rangka menuntuk untuk segera di adilinya dugaan penista agama yang dilakukan oleh ahok.
Setelah kejadian demo aksi damai 4 november itulah mulai terdengar kabar rush money yang akan dilakukan rakyat indonesia apabila nantinya proses hukum yang dilakukan kepada dugaan penistaan agama tidak berjalan dengan sesuai hukum yang adil.

Pengertian Rush Money

Pengertian dari aksi rush money adalah gerakan menarik sebagian uang yang ada di bank secara bersamaan dalam waktu yang hampir bersamaan baik melalui ATM atau secara manual melalui kantor-kantor Bank, penyebabnya bisa jadi berbagi motif diantaranya bisa jadi karena masyarakat kecewa dengan pemerintahan dll.

Dampak dari Rush Money

Sekarang kita berbicara dampak dari gerakan rush money itu sendiri, saya tidak akan berbicara menggunakan bahasa yang tinggi atau dengan istilah perhitungan yang rumit, mari kita renungkan.
Bayangkan jumlah rakyat indonesia sekarang ini adalah 254,9 Juta, dari jumlah sebegitu banyak tentu tidak semua akan melakukan yang namanya rush money.
Kita ambil angka kecilnya saja.
Katakanlah 5 juta orang melakukan rush money dan dari 5 juta orang itu rata-rata tiap orang menarik uang yang mereka miliki di bank sebanyak 2 juta saja, di hari atau minggu yang sama.
Jika dikalikan jumlah semuanya adalah sekitar 10 triliunan, itu jika 5 juta orang yang melakukan, bagaimana jika yang melakukan 80% rakyat indonesia, coba berfikir sejenak bank yang berada di suatu negara mengalami hal demikian bisa terbayangkan apa yang akan terjadi ? tentu saja kekacauan.
Para Analis Ekonomi dan Politik Labor Institute Indonesia, yaitu Andy William Sinaga menyampaikan, Rush Money dapat menyebabkan tiga segi.
Diantaranya adalah sebagai berikut.

Dampak Ekonomi

Jika rush money benar-benar dilakukan maka akan timbul kekacauan dalam system perbankan, bank akan mengalami kekurangan uang cash, sehingga dapat menyebabkan gejolak ekonomi.

Dampak Sosial

Dengan bank yang mengalami kekacauan maka akan timbul juga keresahan di masyarakat, hal ini akan semakin menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia.

Dampak Politik

Dengan adanya gerakan rush money ini maka politik leader terutapa partai pendukung pemerintah bisa saja menarik konsensus untuk menarik dukungan kepada pemerintahan yang sah.
Nah begitulah kengerian yang akan terjadi jika gerakan rush money benar-benar dilakukan, tentunya apa yang saja gambarkan diatas tidak 100% akurat karena masih banyak kemungkinan yang akan terjadi.

Bahaya di Balik Gerakan Rush Money


Ada beberapa bahaya megintai jika gerakan rush money ini benar bear dilakukan, bayangkan saja negara yang tadinya normal makmur tiba-tiba terjadi gejolak di dalamnya, tentunya akan mebuat negara ini sedikitnya akan kacau, dan ini tentunya tidak di inginkan oleh setiap orang.

Pendapat Sri Mulyani Mengenai Rush Money

Banyak orang berpendapat mengenai isu gerakan rush money yang akan dilakukan tanggal 25 November 2016 ini, diantaranya adalah ibu sri mulyani.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa ajakan rush akan merusak perbankan dan kepentingan masyarakat.
“Kalau merusak, pasti yang akan terkena dan menderita dulu adalah masyarakat paling kecil dan masyarakat miskin. Oleh karena itu hati-hati dalam melakukan tindakan yang bisa saja melukai dan memengaruhi kepentingan masyarakat sendiri,” jelasnya pada para wartawan, Jumat (18/11).
Setelah membaca artikel diatas lalu timbul pertanyaan.
  • Jika masyarakat memindahkan tabungannya dari Bank swasta ke Bank Syariah apakah itu termasuk tindakan rush money ?
  • Jika masyarakat memindahkan tabungannya dari Bank swasta ke Bank milik pemerintah apa itu juga termasuk dalam tindakan Rush Money ?
  • Apa benar gerakan rush money ini akan berdampak buruk, terlebih bagi masyarakat kecil ?
  • Apakah mungkin ada dampak positive nya bagi negara dari gerakan Rush Money ini ?
Barangkali ada yang bisa menjawab pertanyaan diatas ini ?
Silahkan sampaikan pendapat melalui kolom komentar dengan santun ๐Ÿ™‚
Semoga artikel yang sedit ini bisa bermanfat bagi anda semua untuk mengetahui apa itu rush money, saya rasa cukup sekian dulu posting saya mengenai rush money ini, terimakasih sudah berkenan membaca artikel ini sampai habis.
Bantu share artikel ini supaya orang lain tahu 

Kasus Pembunuhan MUNIR Akan Diungkap Jokowi Dibantu SBY

Kasus Pembunuhan MUNIR Akan Diungkap Jokowi Dibantu SBY

Dalam acara yang digelar di kediaman SBY di Cikeas, bekas Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi juga menandaskan bantahan mantan presiden SBY terkait selentingan bahwa pemerintah SBY waktu itu sengaja menghilangkan dokumen itu.
Ini merupakan pemenuhan janji Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY beberapa waktu lalu melalui twitter, setelah muncul kabar bahwa Jaksa Agung M Prasetyo akan menemuinya untuk mencari dokumen hasil penyelidikan Tim Pencari Fakta 

Terutama dalam konteks penegakan hukum. Tentu waktu itu sesuai batas kewenangan pejabat publik. Jika masih ada yang menganggap keadilan sejati belum terwujud, saya katakan selalu ada pintu untuk mencari kebenaran Maka saya pastikan yang kami lakukan dulu juga serius dan sungguh.

"Jika masih ada kebenaran yang belum terselesaikan, selalu ada pintu untuk cari kebenaran sejarah. Saya dukung langkah presiden Jokowi untuk menyelesaikannya," kata SBY.
Sudi Silalahi menjelaskan, pemerintah SBY dituduh sengaja menghilangkan naskah sehingga tidak bisa ditindak lanjuti oleh penegak hukum, bahwa SBY disebut tidak menindak-lanjuti sehingga kasus Munir belum selesai, dan SBY disalahkan karena seolah-olah harus mengumumkan sendiri hasil TPF.
Menurut Sudi, semua tudingan itu tidak benar.
SBY seterusnya menyerahkan penjelasan rinci terkait kekisruhan dokumen kasus munir itu kepada bekas Menteri Sekretaris Negara di masa pemerintahannya, Sudi Silalahi. Saat kisah hilangnya dokumen asli kasus ini meletus, disebutkan bahwa di Sekretariat Negara tidak ada data tentang penyerahan dokumen TPF, dan bahwa TPF menyerahkan dokumen itu langsung kepada Presiden SBY.

"Pemerintah bahkan memperpanjang masa kerja TP selama tiga bulan lagi, hingga 23 Juni 2005, dan kemudian memutuskan bahwa temuan TPF diberlakukan sebagai pro justisia dan tindak lanjut dilakukan para penegak hukum," papar Sudi Silalahi.

Sudi Silalahi memapar secara kronologis mulai pembentukan TPF hingga akhirnya dibubarkan.

Menurut Sudi Silalahi, waktu itu TPF menyerahkan enam salinan hasil temuan mereka.

"Naskah saat ini sedang ditelurusi di mana keberadaannya... Kami Kabinet Indonesia Bersatu (pemerintahan SBY) akan terus cari di mana naskah itu. Berhubung kapolri sudah ganti tujuh kali, jaksa agung empat kali, Kepala Badan Inteljen Nasional lima kali, menkumhan lima pejabat, dan sekretaris kebinet empat pejabat..."

Namun, katanya, lepas dari belum ditemukan naskah asli temuan TPF itu, "semua reklomendasi TPF sudah dijalankan Presiden SBY."

Ia menegaskan pula sementara naskah asli belum ditemukan, pihak SBY akan menyerahkan salinan dokumen itu kepada Presiden Joko Widodo.


Heboh Dosen Gaib Yogyakarta

Heboh Dosen Gaib Yogyakarta



Sebuah pesan berantai berisi cerita dosen gaib di belakangan ramai menjadi perhatian netizen. Cerita itu juga diposting di sosial media. Diceritakan dosen gaib muncul salah satunya di kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. 

Pesan tersebut berbunyi:
"Iyo, jare dosen jaluk kuliah jam set 6, lha pas do mangkat eneng dosen mlebu, pas wis do mlebu kabeh+dosen, dosene mung meneng wae, blas ora ngomong, tiba-tiba ketua kelas disms dosen asli ngomong nek rasido eneng kuliah soale eneng halangan, yo ketua kaget to, bar kui dikon karo dosen asli kok niliki kakie.. Terus ketua nibakke bolpoin, eh ternyata nggandul meen, ga ono kakik'e." 


"Terus ketua ngeshare via grup line 'sekarang tolong keluar satu persatu dari yang paling belakang dan tanpa teriakan'. Spontan do nglakokke kui, la sing keri dewe ketuane. Ngerti-ngerti dosen goib nyeraki karo ngomong 'kamu udah tau saya?' ketua langsung jerit, akhire UAD selama 3 hari diliburke."

Pesan tersebut memang tersebar dalam bahasa Jawa yang artinya:

"Iya, katanya dosen minta kuliah jam setengah 6. Ketika semuanya sudah berangkat, ada dosen masuk (kelas). Ketika semuanya termasuk dosen sudah masuk (kelas), dosennya hanya diam saja. Sama sekali tidak bicara. 

Tiba-tiba ketua kelas mendapat SMS dari dosen yang asli. (Dosen) Mengatakan bahwa kelasnya tidak jadi ada kuliah, sebab dia berhalangan.

Tentu saja ketua kelas terkejut. Setelah itu, sang dosen asli meminta ketua kelas untuk memeriksa kakinya (dosen yang ada di kelas). 

Terus, ketua menjatuhkan bolpoinnya, eh ternyata (kaki dosen) tergantung, nggak ada kakinya. Terus ketua mengirim pesan ke grup Line 'Sekarang tolong keluar satu persatu dari yang paling belakang dan tanpa teriakan', spontan semua melakukan perintah itu. Nah ketika yang terakhir (keluar kelas) ketuanya, tiba-tiba dosen gaib mendekatinya sambil mengatakan 'kamu sudah tahu saya?' Ketua langsung menjerit dan akhirnya UAD diliburkan selama 3 hari." 

Investigasi

detikcom menghubungi Kepala Humas UAD Yogyakarta Hadi Suyono, Senin (24/10/2016). Hadi menegaskan bahwa pesan tersebut tidaklah benar alias hoax. 

"Itu saya pastikan hoax. Itu hanya euforia orang-orang dan beberapa web agar laris saja dengan membagikan pesan itu. Lewat detikcom, saya sampaikan dan pastikan bahwa itu hoax," tegasnya. 

Hadi menjelaskan, pihak kampus sebenarnya sengaja tidak menanggapi isu miring tersebut. Karena menurutnya, hal itu tidak berkaitan dengan kegiatan akademis. 

Namun belakangan dia menyadari info tersebut semakin ramai jadi perhatian netizen. 

"Ini jadi pesan yang membunuh karakter UAD. Jangankan karena berita hantu, saat gempa besar (pada 2006) kami hanya libur beberapa hari dan tetap melaksanakan PMB (Penerimaan mahasiswa baru)," tutup Hadi